COLD PLASMA DEVICE DAN DERMATOLOGI

Saat ini, cold plasma device menunjukkan hasil yang menarik dalam dunia dermatologi. Dalam penelitian ini, plasma dingin portabel baru dirancang untuk tujuan peremajaan kulit. Plasma ini aman dan mudah digunakan di salon kecantikan dan rumah. Efek perangkat ini diselidiki pada kulit hewan coba tikus. Dengan metode baru untuk meningkatkan hasil peremajaan kulit, kombinasi sediaan cream vitamin C dikombinasikan dengan treatment plasma device. Dalam penelitian ini, terdapat empat kelompok yang terdiri dari 5 ekor tikus Wistar. Kelompok pertama menerima cream vitamin C saja, yang kedua menerima 5 menit plasma tegangan tinggi, dan kelompok ketiga dan keempat menerima 5 menit plasma tegangan tinggi dan rendah serta cream vitamin C. Proses perlakuan ini dilakukan setiap hari (3 sesi per minggu) selama 6 minggu.

Gambar 1. Suhu kulit tikus diukur dengan kamera infrared, sebelum perawatan dan setelah 2,4 dan 5 menit perawatan dengan metode tegangan rendah dan tinggi dari perangkat plasma.

EVALUASI PENELITIAN

Untuk mengevaluasi efek termal plasma, suhu kulit dipantau. Juga, keberadaan spesies reaktif ditunjukkan dengan penggunaan spektroskopi optik. Selain itu, uji mekanis dilakukan untuk menilai efek plasma dan vitamin C pada struktur mekanik jaringan kulit. Uji mekanis menunjukkan dampak positif plasma pada jaringan yang diobati dibandingkan dengan kelompok kontrol. Perubahan tingkat kolagen dan ketebalan lapisan epidermis diperiksa dalam studi histologis. Hasilnya menunjukkan peningkatan kadar kolagen setelah menggunakan plasma saja dan reaksi kulit yang dipercepat setelah menggunakan vitamin C yang dikombinasikan dengan terapi plasma. Ketebalan lapisan epidermis meningkat setelah menerapkan plasma tegangan tinggi, yang menunjukkan peningkatan elastisitas kulit. Studi ini menunjukkan efek positif dari penggunaan perangkat plasma portabel dengan cream vitamin C pada parameter efektif dalam peremajaan kulit.

Gambar 2. Pengamatan kinerja visual plasma pada tikus selama 6 minggu.

Gambar 3. Gambar histopatologis lapisan kolagen dari area yang dirawat (vitamin c, plasma tegangan rendah dan plasma tegangan tinggi) dibandingkan dengan control (peerbedaan signifikan dibandingkan dengan kelompok control (kulit tanpa perawatan), *p < 0.05).

Gambar 4. Ketebalan epidermis setelah 4 dan 6 gambar histopatologis dari lapisan epidermis dari area yang (vitamin C, plasma tegangan rendah dan plasma tegangan tinggi) dibandingkan dengan komtrol (perbedaan signifikan dibandingkan dengan kelompok control (tanpa perawatan kulit), *p < 0.05, **p < 0.01).

Kolagen adalah salah satu protein structural kulit yang paling penting. Protein pada kulit menyebabkan kulit menjadi kencang dan elastis. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen akan menurun. Penurunan produksi kolagen di kulit dapat membuat kulit rentan mengakibatkan peningkatan kerutan dan pada saat yang bersamaan mengurangi kehalusan dan kelembaban kulit.

Peremajaan kulit dengan menggunakan plasma adalah salah satu teknik yang dapat merangsang peremajaan kulit, dengan pemulihan yang singkat dan tanpa efek samping yang signifikan dan kerusakan jaringan.

Referensi :

Shakouri R, Khani MR, Samsavar S, Jezeh MA, Abdollahimajd F, Hosseini SI, Dilmaghanian A, Ghasemi E, Alihoseini MR, Shokri B. In vivo study of the effects of a portable cold plasma device and vitamin C for skin rejuvenation. Sci Rep. 2021 Nov 9;11(1):21915. doi: 10.1038/s41598-021-01341-z. PMID: 34753995; PMCID: PMC8578492.