
Apa itu Cold Atmospheric Plasma?
Cold Atmospheric Plasma – CAP adalah gas terionisasi yang dihasilkan pada suhu kamar. CAP mengandung berbagai komponen aktif seperti spesies oksigen reaktif (ROS), spesies nitrogen reaktif (RNS), radiasi UV, dan medan listrik. Komponen-komponen ini memiliki efek biologis yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aplikasi medis, termasuk terapi hipertrofik scar. GZEL Plasma merupakan alat terbaru dengan teknologi Cold Atmospheric Plasma pertama di Indonesia yang bisa untuk permasalahan Hypertropic Scar.
Bagaimana GZEL Plasma dengan CAP-nya Bekerja untuk Terapi Hipertrofik Scar?
Hipertrofik scar adalah jenis bekas luka yang menonjol di atas permukaan kulit. Kondisi ini terjadi akibat produksi kolagen yang berlebihan saat proses penyembuhan luka. CAP bekerja dengan beberapa mekanisme untuk mengatasi hipertrofik scar.

Mekanisme Kerja GZEL Plasma pada Hipertrofik Scar menunjukkan potensi besar dalam penanganan hipertrofik scar melalui beberapa mekanisme kerja yang kompleks:
- Modulasi Produksi Kolagen: Pada hipertrofik scar, terjadi produksi kolagen berlebihan yang menyebabkan bekas luka menonjol. GZEL Plasma bekerja dengan cara memodulasi produksi kolagen oleh fibroblas. Komponen aktif dalam GZEL Plasma dengan CAP, seperti ROS dan RNS, berinteraksi dengan fibroblas dan memicu respons seluler yang mengatur produksi kolagen. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa CAP dapat menghambat produksi kolagen tipe I dan III, yang merupakan jenis kolagen utama yang ditemukan pada hipertrofik scar.
- Induksi Apoptosis pada Fibroblas: Fibroblas yang berlebihan berkontribusi pada pembentukan hipertrofik scar. CAP dapat menginduksi apoptosis, atau kematian sel terprogram, pada fibroblas yang berlebihan ini. ROS dan RNS dalam CAP dapat merusak komponen seluler fibroblas, seperti DNA dan mitokondria, yang memicu aktivasi jalur apoptosis. Dengan demikian, GZEL Plasma membantu mengurangi jumlah fibroblas yang berlebihan dan memperbaiki tampilan bekas luka.
- Stimulasi Regenerasi Jaringan: Selain mengurangi produksi kolagen dan menginduksi apoptosis, CAP juga dapat merangsang regenerasi jaringan yang sehat. Komponen aktif dalam CAP dapat memicu pelepasan faktor pertumbuhan, seperti vascular endothelial growth factor (VEGF), yang berperan dalam angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru) dan proliferasi sel. Hal ini membantu mempercepat penyembuhan luka dan memperbaiki struktur jaringan yang rusak.
- Efek Anti-inflamasi: Peradangan kronis dapat memperburuk kondisi hipertrofik scar. CAP memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada area bekas luka. ROS dan RNS dalam CAP dapat berinteraksi dengan sel-sel imun dan mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi. Dengan demikian, CAP membantu menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk penyembuhan luka.
Keuntungan Terapi GZEL Plasma untuk Hipertrofik Scar
- Non-invasif: Terapi GZEL Plasma tidak memerlukan sayatan atau suntikan, sehingga mengurangi risiko infeksi dan komplikasi lainnya.
- Tidak Nyeri: Terapi GZEL Plasma umumnya tidak menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman.
- Efektif: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi CAP efektif dalam mengurangi ukuran, ketebalan, dan kemerahan pada hipertrofik scar.
- Aman: Terapi GZEL Plasma umumnya aman dan tidak menimbulkan efek samping yang serius.
Jumlah Sesi dan Interval Waktu
Jumlah sesi terapi CAP yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang optimal bervariasi tergantung pada ukuran, ketebalan, dan karakteristik hipertrofik scar. Biasanya, dokter akan merekomendasikan beberapa kali sesi terapi dengan interval waktu tertentu, misalnya 1-2 minggu antar sesi.
Kesimpulan
Terapi plasma atmosferik dingin merupakan metode baru yang menjanjikan dalam penanganan hipertrofik scar. Terapi ini menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan metode lain, seperti non-invasif, efektif, dan aman. Namun, konsultasikan dengan dokter kulit untuk mengetahui apakah terapi CAP sesuai untuk kondisi hipertrofik scar Anda.
Cimanggis, 10 Februari 2025
dr. MARYANTI, M. Biomed (AAM)