Bekas luka keloid merupakan masalah yang membuat frustasi secara kosmetik yang sering dikaitkan dengan kelainan bentuk fungsional. Keloid adalah lesi kulit yang mengalami regresi buruk yang ditandai dengan fibrosis dermal, dan pertumbuhan kulit yang berlebihan diluar batas luka asli. Keloid dan hypertropic scars yang biasa terjadi atau timbul setelah tindakan operasi, atau akibat perlukaan. Scars dapat diterapi dengan berbagai macam tindakan termasuk pembedahan, dan laser. Tapi yang terjadi beberapa bulan setelah tindakan keloid muncul lagi. Patogenesis keloid melibatkan aktivitas fibroblast anomali termasuk proliferasi yang terganggu, migrasi, dan sintesis kolagen. Namun, mekanisme terperinci dari perkembangan keloid masih belum diketahui dan bahkan pengobatan yang paling efektif untuk keloid masih kontroversial.1

Dalam beberapa tahun terakhir, telah ada peningkatan terhadap minat pada sifat-sifat cold atmospheric plasma sebagai metode terapi baru untuk keloid. Cold atmospheric plasma menunjukkan hasil menekan migrasi sel pada fibroblast keloid secara in vitro, tetapi meningkatkan migrasi sel pada Normal Fibroblast, menginduksi penangkapan pertumbuhan sel.2

Beberapa mekanisme molekuler yang diketahui terlibat, termasuk persinyalan EGFR, STAT3. Treatment dengan cold atmospheric plasma meningkatkan migrasi sel dan produksi kolagen pada normal fibroblast, tetapi bekerja berlawanan terhadap fibroblast keloid. Cold atmospheric plasma mengurangi ekspresi EGFR, STAT3, dan kolagen tipe 1 dalam fibroblast keloid tetapi meningkatkan kadarnya pada normal fibroblast.1

Aktivasi dari sinyal intraseluler seperti SMAD3, mitogen-aktivasi protein kinase dan STAT3 menginduksi biologis abnormal pada jaringan keloid. CAP menginduksi dari migrasi sel pada Keloid Faktor dan peningkatan migrasi sel pada Kulit Normal. Setelah 24 jam setelah tindakan CAP selama 10 detik, 30 detik atau 1 menit, level dari T-EGFR, p-STAT3, p-ERK, dan Kolagen type 1.1

Karena fibroblast pada keloid meningkatkan T-EGFR, p-STAT3, dan kolagen tipe 1, maka tujuan dari treatment dengan cold atmospheric plasma dapat menurunkan level T-EGFR, p-STAT3, dan kolagen tipe 1 pada fibroblast pada keloid. Dengan kata lain penggunaan cold atmospheric plasma pada fibroblast keloid bekerja efektif.

Referensi :

  1. Kang SU, Kim YS, Kim YE, Park JK, Lee YS, Kang HY, Jang JW, Ryeo JB, Lee Y, Shin YS, Kim CH. Opposite effects of non-thermal plasma on cell migration and collagen production in keloid and normal fibroblasts. PLoS One. 2017 Nov 16;12(11):e0187978. doi: 10.1371/journal.pone.0187978. PMID: 29145520; PMCID: PMC5690474.
  2. Delavar S, Tehrani S, Hassanzadeh H, Tehrani S. Keloid Treatment Using Plasma Exeresis: A Pilot Trial Study. J Lasers Med Sci. 2023 Mar 14;14:e7. doi: 10.34172/jlms.2023.07. PMID: 37089764; PMCID: PMC10114038.